Sosial

Perceraian Meningkat di Gresik

Angka Perceraian di Gresik meningkat, Kita Bisa Apa?

Team ICT | Jumat, 20 September 2019 - 09:00:15 WIB | dibaca: 1 pembaca

ketua dpd ldii gresik saat memberikan pandangan pendapat

" Angka Perceraian di Gresik meningkat, Kita Bisa Apa? "

Itulah tema yang diangkat oleh MUI Kabupaten Gresik dalam kegiatan Mudzakarah Da'i yang dilaksanakan pada Selasa, 17 September 2019 di Aula Masjid Agung Gresik.  Dari data Pengadilan Agama, kasus perceraian di Kota Pudak sangat memprihatinkan. Dari tiga tahun terakhir angka perceraian meningkat, 2017 ada 1854 kasus, di tahun 2018 ada 1932 kasus. Sedangkan di tahun 2019 hingga Juli sudah mencapai 1086. Beberapa faktor perceraian terungkap mulai dari kesulitan ekonomi, tidak adanya keserasian atau sering bertengkar, ada juga kasus kekerasan dalam rumah tangga serta kasus lainnya. 


Ketua MUI Gresik, KH Mansoer Shodiq mengatakan, pihaknya sengaja menggelar diskusi dengan mendatangkan berbagai narasumber. Dalam diskusi tersebut, hadir pula ketua DPD LDII Gresik KH. Abdul Muis Zuhry. "Ini karena kami melihat angka perceraian di Gresik meningkat," ujarnya.

“Perceraian merupakan masalah keumatan yang harus kami sikapi, untuk kemudian dicari pemecahannya agar hal ini tidak menjadi fenomena yang dianggap biasa dan wajar saja. Karena, pada dasarnya perceraian dalam agama Islam memang tidak dilarang tetapi dibenci oleh Allah SWT,” ujarnya.

Ketua DPD LDII Gresik juga menuturkan " selaku ulama dan mubaligh kita harus sering-sering memberikan nasehat dan sosiali terkait keharmonisan dalam rumah tangga " . Dalam kesempatan yang sama, Kepala Kantor Kemenag Gresik Markus Firdaus menjelaskan, bahwa kasus perceraian bisa terbagi dari beberapa faktor. Mulai dari kesulitan ekonomi, tidak adanya keserasian atau pun sering bertengkar. “Harus ada riset bahwa media sosial juga mempengaruhi suami istri bercerai. Kami harap ulama bisa menekan angka perceraian di Gresik,” harap Markus.










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)