Sabtu, 17 Oct 2026
Terbaru
Perkuat Pemahaman Organisasi, Ketua LDII Gresik Sampaikan Materi dalam Pengajian Umum di Menganti  •  Bagian Hukum dan HAM LDII Gresik Berikan Sosialisasi Hukum PPA dan Bahaya Judol  •  LDII Gresik Jadi Tuan Rumah Pelatihan Rukyatul Hilal DPW LDII Jatim Utusan Se Jatim  •  Ketua DPD LDII Gresik Hadiri Gresik Bersholawat Bersama Habib Ali dan KH Anwar Zahid  •  KBIHU Minhajurrosyidin Gresik Gandeng Kemenhaj, Sosialisasikan Informasi Haji Terbaru  •  DPD LDII Gresik Perkuat Soliditas PC dan PAC Balong Panggang-Benjeng melalui Konsolidasi Organisasi  •  LDII Gresik Hadiri Sosialisasi Pelaksanaan Perlindungan Sosial Digital  •  LDII Jatim dan Dinkes Jatim Launching Cek Kesehatan Gratis Serentak, Gresik Jadi Studio Utama  •  LDII Gresik Terima Kunjungan DPD Partai Golkar, Perkuat Silaturahim dan Komunikasi  •  Wakil Sekretaris DPD LDII Gresik Hadiri Pembinaan Tata Kelola Arsip Ormas  •  Perkuat Pemahaman Organisasi, Ketua LDII Gresik Sampaikan Materi dalam Pengajian Umum di Menganti  •  Bagian Hukum dan HAM LDII Gresik Berikan Sosialisasi Hukum PPA dan Bahaya Judol  •  LDII Gresik Jadi Tuan Rumah Pelatihan Rukyatul Hilal DPW LDII Jatim Utusan Se Jatim  •  Ketua DPD LDII Gresik Hadiri Gresik Bersholawat Bersama Habib Ali dan KH Anwar Zahid  •  KBIHU Minhajurrosyidin Gresik Gandeng Kemenhaj, Sosialisasikan Informasi Haji Terbaru  •  DPD LDII Gresik Perkuat Soliditas PC dan PAC Balong Panggang-Benjeng melalui Konsolidasi Organisasi  •  LDII Gresik Hadiri Sosialisasi Pelaksanaan Perlindungan Sosial Digital  •  LDII Jatim dan Dinkes Jatim Launching Cek Kesehatan Gratis Serentak, Gresik Jadi Studio Utama  •  LDII Gresik Terima Kunjungan DPD Partai Golkar, Perkuat Silaturahim dan Komunikasi  •  Wakil Sekretaris DPD LDII Gresik Hadiri Pembinaan Tata Kelola Arsip Ormas  • 

Kiat LDII Menyiapkan Generasi Kelas Wahid

Oleh: KIM DPD Sabtu, 30 Mei 2015 - 08:47:50 WIB Dibaca: 59 kali 2 menit baca
Kiat LDII Menyiapkan Generasi Kelas Wahid

Surabaya (20/2). LDII Jawa Timur meyakini tantangan organisasi ke depan kian kompleks dan rumit. Untuk itulah, mereka bergegas menyiapkan kader muda profesional untuk membawa organisasi ke tingkat yang lebih tinggi. Acara yang digelar setiap dua tahun sekali ini bertujuan memberikan pemahaman yang menyeluruh mengenai wawasan kebangsaan, profesionalisme, keorganisasian, dan dakwah.

“Kami berharap melahirkan generasi yang cerdas dalam menghadapi lingkungan strategis yang selalu berubah. Generasi muda LDII akan memimpin lembaga dakwah di masa mendatang, dengan segala problematika masyarakat yang kian rumit pula. Kami berharap, pelatihan ini mampu meningkatkan kapasitas dan kapabilitas mereka,” ujar Ketua DPW LDII Jawa Timur Ir H Chriswanto Santoso, M.Sc yang juga Ketua DPP LDII.

Diklat kader yang diikuti 200 pemuda utusan LDII dan beberapa organisasi kemahasiswaan dari 38 Kabupaten/Kota ini dihelat di aula Ponpes Sabilurrosyidin, Surabaya. Mereka rata-rata berusia sekitar 25 tahun. Acara yang dihelat pada 20-22 Februari 2015 tersebut dibuka oleh Wakil Gubernur Jawa Timur Syaifullah Yusuf.

“Saya mengapresiasi terhadap LDII yang secara rutin melaksanakan diklat seperti ini kepada kader-kadernya, yang nantinya akan menjadi pemimpin LDII di masa depan maupun yang pada akhirnya nanti menjadi pemimpin di tingkat yang dibutuhkan oleh bangsa dan negara,” ujar Syaifullah Yusuf yang biasa disapa Gus Ipul.

 

 Gus Ipul dalam sambutannya, menjelaskan tiga hal yang penting dilaksanakan oleh kader muda LDII, agar menjadi pemenang dalam menghadapai era globalisasi. Menurutnya, pertama adalah aqidah (iman) atau dalam bahasa Jawa “cekelane urip (pegangan hidup)”. Dengan adanya iman akan membuat manusia  tidak mudah terombang-ambing dengan segala kondisi yang ada. Kedua adalah ilmu, karena iman saja tidak ada gunanya kalau tidak punya ilmu.

“Ada pepatah mengatakan dengan agama hidup manusia hidup terarah, dengan ilmu hidup kita menjadi mudah,” ujar Gus Ipul. Dengah ilmu manusia bisa melakukan apa saja, dan akan diangkat derajatnya karena mempunyai ilmu. Sedangkan ketiga adalah terampil sesuai bidang dan minat bakatnya.  Keterampilan harus diasah dan dilakukan berulang-ulang.

Ir. H. Chriswanto Santoso, M.Sc menjelaskan dalam sambutannya bahwa dalam diklat kali ini bekerja sama dengan beberapa pihak sebagai narasumber antara lain, KODAM V Barawijaya, Dispora, Kesbangpol dan beberapa pakar dari DPP LDII yang memberikan materi dalam acara diklat. Kegiatan ini merupakan bagian dari mencegah terjadinya radikalisasi, mencegah terorisme sehingga kader-kader LDII di masa mendatang bisa memiliki wawasan kebangsaan yang kuat.

Menurut Chriswanto, generasi muda  harus memahami bahwa dirinya adalah warga negara Indonesia yang memiliki UUD 1945 dan Pancasila, meningkatkan pemahaman akan hak dan kewajibannya, mempunyai rasa bangga dan cinta tanah air serta rela berkorban demi kepentingan negara dan bangsa agar terciptanya bangsa yang lebih baik.

Pemuda LDII juga dididik untuk memiliki tri sukses generasi muda, yakni memiliki kepahaman agama, memiliki budi pekerti yang mulia (akhlakul karimah), dan Mandiri. Sehingga ke depannya bisa menjadi putra bangsa yang profesional dan religious. (Bambang Setyabudi)

Berita Terkait