Sabtu, 17 Oct 2026
Terbaru
Perkuat Pemahaman Organisasi, Ketua LDII Gresik Sampaikan Materi dalam Pengajian Umum di Menganti  •  Bagian Hukum dan HAM LDII Gresik Berikan Sosialisasi Hukum PPA dan Bahaya Judol  •  LDII Gresik Jadi Tuan Rumah Pelatihan Rukyatul Hilal DPW LDII Jatim Utusan Se Jatim  •  Ketua DPD LDII Gresik Hadiri Gresik Bersholawat Bersama Habib Ali dan KH Anwar Zahid  •  KBIHU Minhajurrosyidin Gresik Gandeng Kemenhaj, Sosialisasikan Informasi Haji Terbaru  •  DPD LDII Gresik Perkuat Soliditas PC dan PAC Balong Panggang-Benjeng melalui Konsolidasi Organisasi  •  LDII Gresik Hadiri Sosialisasi Pelaksanaan Perlindungan Sosial Digital  •  LDII Jatim dan Dinkes Jatim Launching Cek Kesehatan Gratis Serentak, Gresik Jadi Studio Utama  •  LDII Gresik Terima Kunjungan DPD Partai Golkar, Perkuat Silaturahim dan Komunikasi  •  Wakil Sekretaris DPD LDII Gresik Hadiri Pembinaan Tata Kelola Arsip Ormas  •  Perkuat Pemahaman Organisasi, Ketua LDII Gresik Sampaikan Materi dalam Pengajian Umum di Menganti  •  Bagian Hukum dan HAM LDII Gresik Berikan Sosialisasi Hukum PPA dan Bahaya Judol  •  LDII Gresik Jadi Tuan Rumah Pelatihan Rukyatul Hilal DPW LDII Jatim Utusan Se Jatim  •  Ketua DPD LDII Gresik Hadiri Gresik Bersholawat Bersama Habib Ali dan KH Anwar Zahid  •  KBIHU Minhajurrosyidin Gresik Gandeng Kemenhaj, Sosialisasikan Informasi Haji Terbaru  •  DPD LDII Gresik Perkuat Soliditas PC dan PAC Balong Panggang-Benjeng melalui Konsolidasi Organisasi  •  LDII Gresik Hadiri Sosialisasi Pelaksanaan Perlindungan Sosial Digital  •  LDII Jatim dan Dinkes Jatim Launching Cek Kesehatan Gratis Serentak, Gresik Jadi Studio Utama  •  LDII Gresik Terima Kunjungan DPD Partai Golkar, Perkuat Silaturahim dan Komunikasi  •  Wakil Sekretaris DPD LDII Gresik Hadiri Pembinaan Tata Kelola Arsip Ormas  • 

Kontribusi LDII Kabupaten Gresik menyambut HUT RI ke-77, Ini Tanggapan Ketua DPD LDII Kabupaten Gres

Oleh: KIM DPD Rabu, 17 Agustus 2022 - 11:46:07 WIB Dibaca: 52 kali 1 menit baca
Kontribusi LDII Kabupaten Gresik menyambut HUT RI ke-77, Ini Tanggapan Ketua DPD LDII Kabupaten Gres
Gresik (17/8) - Hari Ulang Tahun (HUT) ke-77 Republik Indonesia, diperingati oleh berbagai latar belakang masyarakat Indonesia. Mulai dari instansi pemerintah, pegawai, pelajar, santri maupun masyarakat pada umumnya. Peringatan ini bertujuan untuk menghargai dan menghormati jasa para pahlawan bangsa, dalam upaya mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.
     
“Kemerdekaan ini lahir dari upaya yang gigih dari para pejuang bangsa. Kita wajib bersyukur dengan perjuangan mereka, sehingga negara Indonesia ini eksis. Namun persoalan-persoalan kebangsaan akan tetap ada sesuai dinamika zaman,” ungkap Ketua Umum DPP LDII KH Chriswanto Santoso saat ditemui di Kantor DPP LDII, Jakarta, pada Selasa (16/8).
 
Ia menggarisbawahi bahwa pondok pesantren beberapa kali turut terlibat langsung dalam menghadapi masalah yang dihadapi bangsa. Bahkan, pondok pesantren tidak pernah absen dalam perjuangan bangsa Indonesia sejak zaman kolonial.
 
“Kita lihat sejarahnya, ketika menghadapi penjajahan, pondok-pondok pesantren mengirimkan ribuan santrinya ke medan perang. Begitu pula saat bangsa ini menghadapi komunisme, maka pesantren menjadi salah satu basis perlawanan. Begitupun di saat bangsa ini menghadapi Covid-19, pondok-pondok pesantren menyiapkan fasilitasnya untuk melakukan vaksinasi. Pondok selalu hadir dalam pentas bangsa,” lanjut Chriswanto.

Ketua DPD LDII Kabupaten Gresik, KH. Abdul Muis Zuhry, SE., SH., MM., memberikan tanggapannya mengenai hal tersebut. "Pondok pesantren dibawah binaan LDII, terus didorong agar mampu mengisi kemerdekaan dengan kegiatan yang positif. Tentunya dengan latar belakang kemampuan santri di bidang Ilmu Agama, yaitu dengan berkontribusi mengajar di beberapa TPQ yang ada.
  
Dengan begitu pembinaan keagamaan dan ahlaqul karimah, menjadi bagian dari sumbangsih para santri kepada bangsa dan negara. Masih banyak peran-peran strategis yg bisa diambil oleh para santri, seperti masuk di dunia kemasyarakatan dan berperan untuk pembinaan SDM di tempat masing-masing.

 
"Maka Ponpes harus mendapat perhatian khusus dari Pemerintah Daerah, agar para santri memiliki keahlian di bidang yg lain, dengan diikutkan dalam pelatihan-pelatihan yang produktif", ujarnya.
 
Penulis : Wiwit Lusiana Lestari
Berita Terkait