Sabtu, 17 Oct 2026
Terbaru
Perkuat Pemahaman Organisasi, Ketua LDII Gresik Sampaikan Materi dalam Pengajian Umum di Menganti  •  Bagian Hukum dan HAM LDII Gresik Berikan Sosialisasi Hukum PPA dan Bahaya Judol  •  LDII Gresik Jadi Tuan Rumah Pelatihan Rukyatul Hilal DPW LDII Jatim Utusan Se Jatim  •  Ketua DPD LDII Gresik Hadiri Gresik Bersholawat Bersama Habib Ali dan KH Anwar Zahid  •  KBIHU Minhajurrosyidin Gresik Gandeng Kemenhaj, Sosialisasikan Informasi Haji Terbaru  •  DPD LDII Gresik Perkuat Soliditas PC dan PAC Balong Panggang-Benjeng melalui Konsolidasi Organisasi  •  LDII Gresik Hadiri Sosialisasi Pelaksanaan Perlindungan Sosial Digital  •  LDII Jatim dan Dinkes Jatim Launching Cek Kesehatan Gratis Serentak, Gresik Jadi Studio Utama  •  LDII Gresik Terima Kunjungan DPD Partai Golkar, Perkuat Silaturahim dan Komunikasi  •  Wakil Sekretaris DPD LDII Gresik Hadiri Pembinaan Tata Kelola Arsip Ormas  •  Perkuat Pemahaman Organisasi, Ketua LDII Gresik Sampaikan Materi dalam Pengajian Umum di Menganti  •  Bagian Hukum dan HAM LDII Gresik Berikan Sosialisasi Hukum PPA dan Bahaya Judol  •  LDII Gresik Jadi Tuan Rumah Pelatihan Rukyatul Hilal DPW LDII Jatim Utusan Se Jatim  •  Ketua DPD LDII Gresik Hadiri Gresik Bersholawat Bersama Habib Ali dan KH Anwar Zahid  •  KBIHU Minhajurrosyidin Gresik Gandeng Kemenhaj, Sosialisasikan Informasi Haji Terbaru  •  DPD LDII Gresik Perkuat Soliditas PC dan PAC Balong Panggang-Benjeng melalui Konsolidasi Organisasi  •  LDII Gresik Hadiri Sosialisasi Pelaksanaan Perlindungan Sosial Digital  •  LDII Jatim dan Dinkes Jatim Launching Cek Kesehatan Gratis Serentak, Gresik Jadi Studio Utama  •  LDII Gresik Terima Kunjungan DPD Partai Golkar, Perkuat Silaturahim dan Komunikasi  •  Wakil Sekretaris DPD LDII Gresik Hadiri Pembinaan Tata Kelola Arsip Ormas  • 

Puasa Asyura di Bulan Muharram, Simak Pahala dan Keutamaannya

Oleh: KIM DPD Minggu, 07 Agustus 2022 - 14:10:35 WIB Dibaca: 79 kali 1 menit baca
Puasa Asyura di Bulan Muharram, Simak Pahala dan Keutamaannya
Puasa Asyura, tepatnya pada hari kesepuluh di bulan Muharram, merupakan ibadah yang sudah lama dilakukan sebelum Islam. Pada masa  jahiliyyah, suku Quraisy sudah mleaksanakan puasa ini. Selama 13 tahun kenabian di Mekkah, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam beserta umat Islam pun mengerjakannya. 

Hal ini tertera dalam sebuah hadits  yang diriwayatkan oleh ’Aisyah Radhiyallahu ’anha, beliau berkata :

كَانَ يَوْمُ عَاشُورَاءَ تَصُومُهُ قُرَيْشٌ فِى الْجَاهِلِيَّةِ ØŒ وَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ  صلى الله عليه وسلم  يَصُومُهُ ØŒ فَلَمَّا قَدِمَ الْمَدِينَةَ صَامَهُ ØŒ وَأَمَرَ بِصِيَامِهِ

 
Artinya: “Orang-orang Quraisy biasa berpuasa pada hari Asyura di masa jahiliyyah, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pun melakukannya pada masa jahiliyyah. Tatkala beliau sampai di Madinah beliau berpuasa pada hari itu dan memerintahkan umatnya untuk berpuasa.”(HR. Bukari) 

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam begitu mementingkan untuk dapat mengerjakan puasa Sunnah pada tanggal 10 Muharram atau yang dikenal dengan puasa Asyura. Bahkan beliau bercita-cita menambah satu hari lagi, yakni tanggal 9 Muharram. Namun, beliau belum sempat melakukannya karena wafat menghadap Allah SWT. Sebagaimana riwayat hadits berikut ini:

صَامَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ عَاشُورَاءَ وَأَمَرَ بِصِيَامِهِ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّهُ يَوْمٌ تُعَظِّمُهُ الْيَهُودُ وَالنَّصَارَى فَقَالَ رَسُولُ الهِع صَلَّى الهُت عَلَيْهِ وَسَلَّمَ  فَإِذَا كَانَ الْعَامُ الْمُقْبِلُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ صُمْنَا الْيَوْمَ التَّاسِعَ قَالَ فَلَمْ يَأْتِ الْعَامُ الْمُقْبِلُ حَتَّى تُوُفِّيَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

 
Artinya : “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa pada hari Asyura dan memerintahkan berpuasa. Para shahabat berkata:”Ya Rasulullah, sesungguhnya hari itu diagungkan oleh Yahudi.” Maka beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Di tahun depan insya Allah kita akan berpuasa pada tanggal sembilan.”, tetapi sebelum datang tahun depan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah wafat.”(HR. Muslim)

لَئِنْ بَقِيتُ إِلَى قَابِلٍ لأَصُومَنَّ التَّاسِعَ

 
Artinya: “Jika aku masih hidup pada tahun depan, sungguh aku akan melaksanakan puasa pada hari kesembilan.”(HR. Muslim)
Berita Terkait