Sabtu, 17 Oct 2026
Terbaru
Perkuat Pemahaman Organisasi, Ketua LDII Gresik Sampaikan Materi dalam Pengajian Umum di Menganti  •  Bagian Hukum dan HAM LDII Gresik Berikan Sosialisasi Hukum PPA dan Bahaya Judol  •  LDII Gresik Jadi Tuan Rumah Pelatihan Rukyatul Hilal DPW LDII Jatim Utusan Se Jatim  •  Ketua DPD LDII Gresik Hadiri Gresik Bersholawat Bersama Habib Ali dan KH Anwar Zahid  •  KBIHU Minhajurrosyidin Gresik Gandeng Kemenhaj, Sosialisasikan Informasi Haji Terbaru  •  DPD LDII Gresik Perkuat Soliditas PC dan PAC Balong Panggang-Benjeng melalui Konsolidasi Organisasi  •  LDII Gresik Hadiri Sosialisasi Pelaksanaan Perlindungan Sosial Digital  •  LDII Jatim dan Dinkes Jatim Launching Cek Kesehatan Gratis Serentak, Gresik Jadi Studio Utama  •  LDII Gresik Terima Kunjungan DPD Partai Golkar, Perkuat Silaturahim dan Komunikasi  •  Wakil Sekretaris DPD LDII Gresik Hadiri Pembinaan Tata Kelola Arsip Ormas  •  Perkuat Pemahaman Organisasi, Ketua LDII Gresik Sampaikan Materi dalam Pengajian Umum di Menganti  •  Bagian Hukum dan HAM LDII Gresik Berikan Sosialisasi Hukum PPA dan Bahaya Judol  •  LDII Gresik Jadi Tuan Rumah Pelatihan Rukyatul Hilal DPW LDII Jatim Utusan Se Jatim  •  Ketua DPD LDII Gresik Hadiri Gresik Bersholawat Bersama Habib Ali dan KH Anwar Zahid  •  KBIHU Minhajurrosyidin Gresik Gandeng Kemenhaj, Sosialisasikan Informasi Haji Terbaru  •  DPD LDII Gresik Perkuat Soliditas PC dan PAC Balong Panggang-Benjeng melalui Konsolidasi Organisasi  •  LDII Gresik Hadiri Sosialisasi Pelaksanaan Perlindungan Sosial Digital  •  LDII Jatim dan Dinkes Jatim Launching Cek Kesehatan Gratis Serentak, Gresik Jadi Studio Utama  •  LDII Gresik Terima Kunjungan DPD Partai Golkar, Perkuat Silaturahim dan Komunikasi  •  Wakil Sekretaris DPD LDII Gresik Hadiri Pembinaan Tata Kelola Arsip Ormas  • 

LDII dan Jusuf Kalla

Oleh: KIM DPD Sabtu, 05 September 2015 - 11:26:19 WIB Dibaca: 54 kali 3 menit baca
LDII dan Jusuf Kalla

(Warga LDII-Kamis, 20/8) Pengurus DPP LDII menemui Wakil Presiden Jusuf Kalla di Istana wakil Presiden untuk meminta masukan terkait berbagai program DPP LDII untuk penguatan NKRI. Selain itu, LDII menyampaikan komitmen bersama ormas Islam dan umat beragama lainnya mendukung program kerja pemerintah dan empat pilar bangsa (Pancasila, UUD 45, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI).
Menurut Jusuf Kalla, kekerasan dan radikalisme yang terjadi di kawasan Timur Tengah mempengaruhi kehidupan bermasyarakat bangsa Indonesia. Misalnya konflik berkepanjangan antara Sunni dan Syiah, berimbas pada peristiwa Sampang pada
2012 silam.

Namun jika dibandingkan dengan Timur Tengah, Indonesia lebih baik dalam hal kehidupan umat beragama. Meski konflik atas nama agama terjadi silih berganti, namun tidak sampai merusak kehidupan berbangsa dan bernegara. Bahkan, umat beragama di Indonesia bahu membahu untuk meraih kemerdekaan. Apalagi Indonesia memiliki perekat sosial berupa Pancasila, UUD 45, dan kearifan lokal.
Dalam pembukaan pertemuan tersebut, Jusuf Kalla juga berbagi kisah tentang kondisi agama Islam di Indonesia yang banyak menjadi pembelajaran bagi negara Timur Tengah. Secara umum, negara di Timur Tengah, Afrika Utara, dan Asia Tengah kurang kondusif. “Negara tersebut seharusnya belajar dari kerukunan kehidupan beragama di Indonesia,” ujar Jusuf Kalla.
Jusuf Kalla menggambarkan, perang saudara di Suriah membutuhkan waktu 50 tahun untuk dipulihkan, karena sudah hancur. “Baik itu hancur secara fisik seperti infrastruktur maupun hubungan nonfisik, seperti karakter, peradaban, dan hubungan antar kemanusiaan yang telah tercabik-cabik,” ujarnya. Ia menambahkan, mereka ingin belajar dari Indonesia yang memiliki penduduk muslim paling banyak di dunia, namun aman, tenang, dan damai.

Pertemuan ini bukanlah yang pertama. Setidaknya DPP LDII telah bertemu Jusuf Kalla sebanyak enam kali, bahkan sebelum ia menjadi wakil presiden di era Jokowi. Pengurus DPP LDII menyampaikan salam sejahtera dari warga LDII Kepada Jusuf Kalla. Selain bersilaturrahim, LDII ingin mendapat arahan dari Jusuf Kalla tentang agenda LDII secara global.
“Kami berbicara dan duduk bersama, saling memahami satu sama lain. Jangan sampai timbul radikalisme. Maka penguatan harus dilakukan. Jangan dakwah hanya sebatas ibadah, tapi coba didorong dengan penguatan ekonomi muamalah, yaitu penguatan ekonomi umat secara menyeluruh,” tegas Jusuf Kalla.

Dalam pandangan Jusuf Kalla, umat Islam lebih banyak terjebak dalam konflik sesama umat Islam. Tidak jarang konflik antar agama juga turut terjadi. Ini terjadi akibat kurang lancarnya saluran komunikasi dan tidak meratanya distribusi kesejahteraan. Maka, wajar bila penguatan umat harus segera dilakukan.
Selanjutnya, Ketua Umum DPP LDII Prof DR Abdullah Syam,M.Sc memaparkan berbagai agenda LDII, yang intinya ingin mengajak kerja sama, berbagai elemen masyarakat untuk memperkecil radikalisme dan memperkuat NKRI.

Abdullah Syam memaparkan kegiatan LDII di antaranya dakwah, pendidikan, pembangunan SDM, dan kerja sama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), TNI/Polri, serta elemen lain yang berfokus pada deradikalisasi, pembangunan penguatan ekonomi, pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi, hingga pelestarian lingkungan.
Atas pemaparan Abdullah Syam, Jusuf Kalla Memberikan apresiasi dan berterimakasih karena LDII sudah berperan dalam pembangunan bangsa.
Menurut Abdullah Syam, LDII sedang bekerja sama dengan PBNU mengusung pendidikan deradikalisasi, pemberdayaan ekonomi dan pendidikan, serta pelestarian lingkungan. LDII juga berkomitmen menegakkan NKRI bersama ormas Islam lainnya. (Khoir/Ryan/LINES)

Sumber: LINE/Widi Yunani (ldii-jatim)
Edited By: Imam Arif Budiman

Berita Terkait