LDII dukung Gresik Anti Narkoba dengan Pembinaan Karakter
Kabupaten Gresik dikenal sebagai Kota Wali sekaligus Kota Santri. Penyebutan itu tidak lepas dari kegiatan syiar agama Islam yang dilakukan oleh Sunan Giri dan Syekh Maulana Malik Ibrahim yang makamnya terdapat di Gresik. Selain itu, juga menjadi Kawasan Industri yang bekembang di Jawa Timur.
Di sektor edukasi dan pendidikan, Kabupaten Gresik cukup banyak menyedot masyarakat luar Gresik untuk menyekolahkan ataupun memondokkan putra-putrinya di Kabupaten Gresik, karena memang banyak sekolah / kampus dan pondok pesantren mempunyai kualitas yang sangat baik. Begitu pula sektor industri, banyak pekerja dari luar Gresik yang datang untuk bekerja di sektor-sektor industri yang ada di Kabupaten Gresik.
Dari hal tersebut permasalahan-permasalahan sosial timbul seiring dengan perkembangan zaman, dimana salah satunya mengenai Narkoba. Narkoba adalah bahan / zat yang jika dimasukkan dalam tubuh manusia, baik secara oral / diminum, dihirup, maupun disuntikkan. Yang dapat mengubah pikiran, suasana hati atau perasaan, dan perilaku seseorang. Dimana Narkoba sendiri menjadi ancaman bagi generasi muda dan sektor-sektor penunjang di Kabupaten Gresik tersebut.
Dalam hal tersebut, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani atau dikenal dengan Gus Yani bersama Dewan Pendidikan, Ketua MUI, Dinas Pendidikan, BNNK, KEMENAG, Ketua Ormas, Lembaga Pendidikan dan Perwakilan MUI Kecamatan Se-Kabupaten Gresik mendeklarasikan Gresik Anti Narkoba di Aula Masjid Agung Gresik, Selasa (6/12/2022)
Dalam sambutannya, Gus Yani menegaskan bahwasanya salah satu bentuk kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia dapat diwujudkan dengan menanggulangi bahaya narkoba bagi anak didik dan pelajar.
“Menanggulangi bahaya narkoba untuk generus harus dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh lapisan dan tokoh masyarakat, karena kita sedang menyonsong generasi emas. Dimana jumlah generasi pemuda kita akan lebih banyak dan ini akan menjadi ancaman bagi negara lain, sehingga upaya kita bersama dalam menanggulangi bahaya narkoba sekaligus untuk menyongsong generasi emas di masa depan” kata Gus Yani.
Gus Yani juga menambahkan pencegahan penyalahgunaan narkoba dapat dilakukan sejak dini, yaitu dengan mensosialisasikan narkoba dan bahayanya kepada peserta didik lewat alat peraga maupun ceramah dan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat di sekolah.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua DPD LDII Kab. Gresik KH. Abdul Muiz Zuhri juga menyampaikan peran orang tua dalam mendidik anak akan mempengaruhi perilaku anak kedepannya. Memberi Pendidikan agama kepada anak, agar anak memiliki iman yang kuat, sehingga tidak terpengaruh dengan pengaruh narkoba. Hingga nantinya akan membentuk suatu karakter, bahwa setiap individu tersebut anti narkoba.
“Para generasi muda generus bangsa harus menguatkan hati, memperteguh iman, dan mengisi waktu dengan hal-hal positif. Sukses seorang pelajar itu bukan hanya berprestasi dibidang akademik, bisa menyelesaikan proses belajar di sekolah. Tapi dia harus bisa sukses menghindarkan dirinya dari hal-hal yang berbahaya, seperti pelanggaran tauran dan narkoba”ujarnya.
“Sesukses apapun dia, kalau dia terjerat dengan persoalan seperti itu maka hilanglah semua prestasi-prestasi yang telah diraih, hilanglah semua cita-nya dan pupuslah harapan orang tuanya. Maka menanggulangi bahaya narkoba pada pelajar itu menjadi kewajiban kita bersama dan harus dilakukan, sehingga generus bisa sukses dan nantinya bisa menyongsong kehidupan yang lebih baik untuk kehidupan berbangsa dan bernegara” pungkasnya.
Seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan deklarasi pada hari ini memiliki komitmen untuk bersama-sama memerangi narkoba dan harus diaplikasikan dalam kehidupan. (Rizky/Lines)
Berita Terkait
