LDII Gresik Gelar Diklat Kader Jurnalistik, Cetak Kader Melek Media dan Siap Berdakwah Digital
Dalam upaya memperkuat kapasitas kader di bidang informasi dan media, DPD LDII Kabupaten Gresik melalui Bidang Komunikasi, Informasi, dan Media (KIM) sukses menggelar kegiatan Diklat Kader Jurnalistik pada 18–19 Juli 2025. Kegiatan ini diselenggarakan di Vila PTPN, Prigen, Pasuruan, dan diikuti oleh 35 peserta yang terdiri dari anggota KIM, perwakilan Lines, serta utusan kader jurnalistik dari masing-masing Pimpinan Cabang (PC) LDII se-Kabupaten Gresik. Pelatihan ini bertujuan untuk mencetak jurnalis yang profesional, beretika, dan mampu memanfaatkan media sebagai sarana dakwah serta penguatan citra positif organisasi.
Ketua DPD LDII Kabupaten Gresik, KH. Abdul Muis Zuhry, SH, SE, MM, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas antusiasme peserta dan pentingnya literasi media bagi generasi muda LDII. “Jurnalistik bukan sekadar menulis berita, tetapi bagian dari dakwah bil qolam di era digital ini. Maka dari itu, kader LDII harus mampu menyampaikan kebenaran dengan santun, obyektif, dan mendidik,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa kader jurnalistik memiliki peran strategis dalam membangun narasi positif tentang Islam yang rahmatan lil alamin melalui media sosial dan platform digital lainnya.
Turut memberikan arahan, Dewan Penasihat DPD LDII Gresik, KH. Abu Said, ST, menekankan pentingnya menjaga marwah organisasi dalam setiap penyampaian informasi. Menurutnya, kader jurnalistik harus mampu menjadi benteng informasi yang tidak hanya cepat namun juga valid dan tidak menyesatkan. “Saat ini kita hidup di era tsunami informasi. Kader LDII harus menjadi penyaring, bukan penyebar hoaks. Maka pelatihan seperti ini sangat penting untuk membekali mereka dengan kompetensi yang benar,” tegasnya saat memberikan arahan kepada peserta pada sesi pembukaan kegiatan.
Sementara itu, Koordinator Bidang KIM, Dr. H. Sarpan, M.Si, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari roadmap penguatan SDM LDII di bidang komunikasi. Ia menekankan bahwa jurnalistik bukan pekerjaan sambilan, tetapi peran penting yang harus dijalankan dengan komitmen dan integritas. “Kita harapkan setelah pelatihan ini, para peserta mampu aktif menulis berita, membuat konten kreatif, dan mendokumentasikan kegiatan dakwah serta pembinaan dengan bahasa yang ringan namun tetap berbobot,” ujarnya.
Selama dua hari pelatihan, peserta dibekali berbagai materi oleh pemateri yang kompeten di bidang jurnalistik dan media digital. Murdiful Ghorib, S.Pd.I., memberikan materi dasar tentang struktur penulisan berita dan teknik wawancara. Dalam penyampaiannya, ia mengatakan, “Tulisan kita mencerminkan integritas kita. Jangan hanya mengejar viral, tetapi kejar kebermanfaatan dan keakuratan.” Ia juga menekankan pentingnya menjaga netralitas dalam setiap pelaporan.
Pemateri kedua, Novan Noviansyah, M.P., membahas tentang etika jurnalistik dan peran media dalam membentuk opini publik. Ia menyampaikan bahwa seorang jurnalis LDII harus mampu menyampaikan pesan yang mencerdaskan, bukan justru menambah kebingungan di tengah masyarakat. “Media adalah kekuatan kelima demokrasi. Maka dari itu, mari kita gunakan kekuatan itu untuk menyebarkan nilai-nilai Islam yang damai dan solutif,” ucapnya dengan penuh semangat kepada para peserta yang menyimak dengan antusias.
Adapun Heryawan Achmad Ardiansyah, S.Pi, menyampaikan materi praktik jurnalistik digital yang relevan dengan tren saat ini. Ia mengajak peserta untuk memanfaatkan media sosial dan teknologi secara maksimal dalam menyampaikan dakwah dan informasi organisasi. “Kita punya banyak kegiatan positif, tapi kalau tidak didokumentasikan dan dipublikasikan dengan baik, maka publik tidak akan tahu. Tugas kita sebagai kader jurnalistik adalah memastikan pesan-pesan positif itu sampai ke masyarakat luas,” jelasnya sambil memandu sesi praktik publikasi di media sosial.
Para peserta menyambut kegiatan ini dengan antusias dan harapan besar. Salah satunya adalah Shulthon dari PC LDII Menganti. Ia merasa bahwa pelatihan ini membuka wawasan dan memberinya semangat baru untuk aktif menulis dan mendokumentasikan kegiatan di lingkungannya. "Semoga ke depan, kami bisa lebih aktif mengisi media LDII dengan konten yang berkualitas,” ungkapnya penuh semangat.
Hal serupa disampaikan oleh Shofia Nurlaili Fajrin, peserta dari PC LDII Gresik. Ia mengaku bahwa pelatihan ini sangat bermanfaat, terutama bagi kader perempuan yang ingin ikut berperan dalam dunia media. “Saya ingin menunjukkan bahwa perempuan juga bisa aktif di bidang jurnalistik. Melalui pelatihan ini, saya jadi lebih percaya diri untuk menulis dan membuat laporan kegiatan." tuturnya sambil menunjukkan beberapa catatan hasil pelatihan.
Dengan semangat yang tinggi dan kolaborasi yang erat, kegiatan Diklat Kader Jurnalistik ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam membangun ekosistem media internal LDII yang profesional, edukatif, dan inspiratif.
Berita Terkait
