Sabtu, 17 Oct 2026
Terbaru
Perkuat Pemahaman Organisasi, Ketua LDII Gresik Sampaikan Materi dalam Pengajian Umum di Menganti  •  Bagian Hukum dan HAM LDII Gresik Berikan Sosialisasi Hukum PPA dan Bahaya Judol  •  LDII Gresik Jadi Tuan Rumah Pelatihan Rukyatul Hilal DPW LDII Jatim Utusan Se Jatim  •  Ketua DPD LDII Gresik Hadiri Gresik Bersholawat Bersama Habib Ali dan KH Anwar Zahid  •  KBIHU Minhajurrosyidin Gresik Gandeng Kemenhaj, Sosialisasikan Informasi Haji Terbaru  •  DPD LDII Gresik Perkuat Soliditas PC dan PAC Balong Panggang-Benjeng melalui Konsolidasi Organisasi  •  LDII Gresik Hadiri Sosialisasi Pelaksanaan Perlindungan Sosial Digital  •  LDII Jatim dan Dinkes Jatim Launching Cek Kesehatan Gratis Serentak, Gresik Jadi Studio Utama  •  LDII Gresik Terima Kunjungan DPD Partai Golkar, Perkuat Silaturahim dan Komunikasi  •  Wakil Sekretaris DPD LDII Gresik Hadiri Pembinaan Tata Kelola Arsip Ormas  •  Perkuat Pemahaman Organisasi, Ketua LDII Gresik Sampaikan Materi dalam Pengajian Umum di Menganti  •  Bagian Hukum dan HAM LDII Gresik Berikan Sosialisasi Hukum PPA dan Bahaya Judol  •  LDII Gresik Jadi Tuan Rumah Pelatihan Rukyatul Hilal DPW LDII Jatim Utusan Se Jatim  •  Ketua DPD LDII Gresik Hadiri Gresik Bersholawat Bersama Habib Ali dan KH Anwar Zahid  •  KBIHU Minhajurrosyidin Gresik Gandeng Kemenhaj, Sosialisasikan Informasi Haji Terbaru  •  DPD LDII Gresik Perkuat Soliditas PC dan PAC Balong Panggang-Benjeng melalui Konsolidasi Organisasi  •  LDII Gresik Hadiri Sosialisasi Pelaksanaan Perlindungan Sosial Digital  •  LDII Jatim dan Dinkes Jatim Launching Cek Kesehatan Gratis Serentak, Gresik Jadi Studio Utama  •  LDII Gresik Terima Kunjungan DPD Partai Golkar, Perkuat Silaturahim dan Komunikasi  •  Wakil Sekretaris DPD LDII Gresik Hadiri Pembinaan Tata Kelola Arsip Ormas  • 

Munas VIII LDII - Bappenas: Enam Target SDGs “No One Left Behind”

Oleh: KIM DPD Sabtu, 12 November 2016 - 09:01:29 WIB Dibaca: 37 kali 1 menit baca
Munas VIII LDII - Bappenas: Enam Target SDGs “No One Left Behind”

Bappenas: Enam Target SDGs “No One Left Behind”

Jakarta (8/11) - Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau disebut juga Sustainable Development Goals, memiliki enam target yang prinsip pelaksanaannya no one left behind. Artinya, pelaksanaan pembangunan tersebut harus memberi manfaat untuk semua serta melibatkan semua kepentingan. Sesuai arahan presiden dalam sidang kabinet 23 Desember 2015, yakni pengoptimalan koordinasi Bappenas dalam pembangunan, keterlibatan semua pihak yang bersinergi sesuai peran, serta kelembagaan strategis maupun operasional.

Enam target dari tujuan pembangunan berkelanjutan yang dipaparkan Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro, Menteri Pembangunan Nasional (Bappenas) pada Munas LDII ke 8 di Balai Kartini, Jakarta(08/11) yaitu bersifat komprehensif dengan melibatkan lebih banyak negara dengan tujuan universal, memperluas sumber dana baik dari negara maju juga dari swasta, kemudian penekanan hak asasi manusia agar tak terjadi kesenjangan sosial, inklusivitas, para pelaku kepentingan pembangunan berkelanjutan, serta target penyelesaian seluruh indikator.

"Pembangunan ini memiliki 17 tujuan, 169 target, dan 240 indikator yang rencananya akan dipenuhi hingga 2030," ujar Bambang. Para pelaku salah satunya organisasi masyarakat diharapkan ikut berkontribusi dalam pembangunan. "Ormas melakukan pemetaan, advokasi, dan sosialisasi, serta peningkatan kapasitas ormas," kata Bambang.

Dari segi ekonomi, pembangunan didukung dengan ekonomi syariah dan keuangan syariah yang mana ini adalah bentuk inovasi yang dapat diakses oleh masyarakat umum dan muslim khususnya. Bambang menuturkan, ekonomi syariah ini tergolong relatif baru di Indonesia, belum banyak yang menerapkan bahkan untuk lembaga jasa keuangan pun. Umumnya penerapan hanya dilakukan oleh bank konvensional di Indonesia yang memiliki anak perusahaan berbentuk bank syariah.

Padahal ekonomi Islam mengandung nilai syariah yang terkandung dalam transaksi sesuai syariah Islam. Terkait hal itu, Bambang menilai, LDII sebagai ormas yang fleksibel, agar dapat membangun kerjasama dalam memahami pembangunan berkelanjutan. Sehingga, ekonomi syariah rumah tangga dapat mendukung tercapainya kemaslahatan umat.

Berita Terkait