Sabtu, 17 Oct 2026
Terbaru
Perkuat Pemahaman Organisasi, Ketua LDII Gresik Sampaikan Materi dalam Pengajian Umum di Menganti  •  Bagian Hukum dan HAM LDII Gresik Berikan Sosialisasi Hukum PPA dan Bahaya Judol  •  LDII Gresik Jadi Tuan Rumah Pelatihan Rukyatul Hilal DPW LDII Jatim Utusan Se Jatim  •  Ketua DPD LDII Gresik Hadiri Gresik Bersholawat Bersama Habib Ali dan KH Anwar Zahid  •  KBIHU Minhajurrosyidin Gresik Gandeng Kemenhaj, Sosialisasikan Informasi Haji Terbaru  •  DPD LDII Gresik Perkuat Soliditas PC dan PAC Balong Panggang-Benjeng melalui Konsolidasi Organisasi  •  LDII Gresik Hadiri Sosialisasi Pelaksanaan Perlindungan Sosial Digital  •  LDII Jatim dan Dinkes Jatim Launching Cek Kesehatan Gratis Serentak, Gresik Jadi Studio Utama  •  LDII Gresik Terima Kunjungan DPD Partai Golkar, Perkuat Silaturahim dan Komunikasi  •  Wakil Sekretaris DPD LDII Gresik Hadiri Pembinaan Tata Kelola Arsip Ormas  •  Perkuat Pemahaman Organisasi, Ketua LDII Gresik Sampaikan Materi dalam Pengajian Umum di Menganti  •  Bagian Hukum dan HAM LDII Gresik Berikan Sosialisasi Hukum PPA dan Bahaya Judol  •  LDII Gresik Jadi Tuan Rumah Pelatihan Rukyatul Hilal DPW LDII Jatim Utusan Se Jatim  •  Ketua DPD LDII Gresik Hadiri Gresik Bersholawat Bersama Habib Ali dan KH Anwar Zahid  •  KBIHU Minhajurrosyidin Gresik Gandeng Kemenhaj, Sosialisasikan Informasi Haji Terbaru  •  DPD LDII Gresik Perkuat Soliditas PC dan PAC Balong Panggang-Benjeng melalui Konsolidasi Organisasi  •  LDII Gresik Hadiri Sosialisasi Pelaksanaan Perlindungan Sosial Digital  •  LDII Jatim dan Dinkes Jatim Launching Cek Kesehatan Gratis Serentak, Gresik Jadi Studio Utama  •  LDII Gresik Terima Kunjungan DPD Partai Golkar, Perkuat Silaturahim dan Komunikasi  •  Wakil Sekretaris DPD LDII Gresik Hadiri Pembinaan Tata Kelola Arsip Ormas  • 

Pembudayaan Pancasila Pada Era Generasi Milenial

Oleh: KIM DPD Senin, 23 April 2018 - 11:52:05 WIB Dibaca: 64 kali 2 menit baca
Pembudayaan Pancasila Pada Era Generasi Milenial

Seminar Nasional Pancasila DPW LDII Provinsi Jawa Timur.  


DPW LDII Provinsi Jawa Timur menggelar Seminar Nasional Pancasila dengan tema " PembudayaanPancasila Pada Era Generasi Milenial " mengundang keynote speaker sekaligus pembuka acara Jenderal TNI (Purn). Dr. H. Moeldoko (Kepala Staff Kepresidenan) dan Narasumber :
1. Prof. Yudi Latif, Ph.D
(Kepala badan pembinaan ideology pancasila) 
2. Prof. Akhamd Muzakki, M. Ag, Grad. Dip. SEA, M. Phil. Ph. D (Dekan FISIP UINSA) 
3. Dr. Rahma Sugihartati, M. Si ( Staf Pengajar FISIP UNAIR) 
4. Prof. Dr. Singgih Tri Sulistyono, M. Si, M. Hum (Guru besar ilmu sejarah / Dewan pakar DPP LDII), Sabtu (21/4)

 

Kegiatan ini dihadiri oleh Menteri dalam negeri, BIN Jatim, Gubernur Jatim, Forkopimda, Bakesbang Jatim, Rektor dan Dekan FISIP, Ketua umum MUI Provinsi Jawa Timur, Ketua pusat study pancasila, koordinator pengajar pancasila, presiden BEM universitas se Surabaya, aktivis pergerakan mahasiswa, wali kota Surabaya, ketua DPP LDII Korwil Jatim, Ketua DPD LDII kab/Kota se Jawa Timur dan pemuda LDII utusan Kab/Kota se Jawa Timur.

Dalam sambutannya, Ketua DPW LDII Jatim, Drs. Ec. H. Amien Adhy mengatakan kegiatan seminar nasional pancasila ini dilaksanakan untuk menyongsong era milenium yang telah melek internet, sehingga ideology pancasila ini harus benar2 ditancapkan dalam sanubari para pemuda yang akan meneruskan perjuangan bapak bangsa.

" Generasi milenial perlu diberi wawasan kebangsaan, DPW LDII Jatim merasa perlu pendalaman pancasila pada generasi muda. Oleh karena itu seminar ini diadakan ", tambahnya. LDII berkomitmen untuk menjadikan generasi penerus bangsa yang profesional religius. 

Moeldoko menegaskan Pancasila memiliki nilai filosofis luhur yang mengandung nilai kultural, religius, dan nilai-nilai positif lainnya. Untuk itu kelima sila tidak ada yang cacat. Selain itu pancasila dan UUD 1945 menjadi sumber dari segala sumber hukum sekaligus menjadi rujukan bagi bangsa Indonesia. "Oleh karena itu pembudayaan pancasila pada era generasi milenial sangat penting untuk membentengi ideologi-idelogi yang lain yang saat ini menjadi tantangan bangsa Indonesia semua " imbuhnya.

Moeldoko yang berasal dari keluarga petani, semasa kecilnya tinggal di lingkungan pesantren merasakan dan meyakini bahwa mushola, masjid, maupun pesantren memiliki kontribusi yang sangat kuat dalam membangun karakter anak-anak bangsa Indonesia. " Ini penting, untuk itulah saya selalu berteriak kencang, jangan gunakan masjid untuk kepentingan lain terkecuali untuk kepentingan yang berbau islam bukan untuk politik", tegas Moeldoko.

Penulis : Heryawan
Kameramen : Heryawan

Berita Terkait