CAI 2025: DPD LDII Gresik Bekali Generus Lewat Materi dan Simulasi Inspiratif
DPD LDII Kabupaten Gresik menggelar kegiatan Penyampaian Materi Cinta Alam Indonesia (CAI) 2025 pada Sabtu–Minggu, 26–27 Juli 2025 bertempat di Aula Al-Haq PAC Dahanrejo. Acara ini diikuti oleh perwakilan Pimpinan Anak Cabang (PAC) se-Kabupaten Gresik, yang datang dengan antusias untuk menerima pembekalan materi sekaligus mengikuti simulasi sebagai bentuk penguatan nilai-nilai pembinaan generasi penerus (generus).
Berbeda dengan penyelenggaraan tahun-tahun sebelumnya, CAI tahun ini dikemas secara lebih interaktif. Selain penyampaian materi inti, panitia juga menghadirkan simulasi nyata untuk setiap tema yang dibahas. Tujuannya agar peserta tidak hanya memahami konsep secara teori, tetapi juga mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.
Selama dua hari kegiatan, para peserta mendapatkan beragam materi yang mencakup pentingnya membangun karakter luhur, membiasakan berakhlaqul karimah dalam kehidupan sehari-hari, menjaga kelestarian lingkungan, serta menyiapkan diri menjadi generasi penerus yang sukses dalam pendidikan dan kehidupan sosial. Materi-materi tersebut disusun untuk memperkuat fondasi keimanan dan kepedulian generus dalam menghadapi tantangan zaman.
Setiap materi disampaikan dengan pendekatan yang mudah dipahami, disertai simulasi agar peserta mampu berlatih mengambil keputusan yang sesuai dengan nilai-nilai luhur LDII. Misalnya, dalam materi membangun peradaban hijau, peserta diajak melakukan roleplay menjaga lingkungan dalam konteks sekolah, pondok pesantren, hingga lingkungan sosial. Sementara dalam tema sukses pendidikan, peserta menyusun target dan langkah sukses sebagai generasi yang profesional dan religius.
Salah satu pengisi materi, Ust. Muhammad Fauzan, menekankan pentingnya menciptakan regenerasi dalam pembinaan generus. Dalam salah satu sesi materi, ia menyampaikan, “Regenerasi itu tidak ditemukan, tapi diciptakan.” Kalimat tersebut menjadi pengingat kuat bahwa membangun kader-kader yang berkualitas adalah hasil dari proses pembinaan yang terstruktur dan konsisten.
Kegiatan diakhiri dengan nasihat dan doa penutup, serta harapan besar dari panitia agar ilmu yang diperoleh dapat diterapkan dalam kehidupan para generasi penerus, baik di rumah, sekolah, pondok pesantren, maupun lingkungan sosial.
Dengan konsep baru yang menggabungkan materi dan simulasi, CAI 2025 menjadi langkah nyata LDII dalam menciptakan generus yang tidak hanya tahu, tetapi juga mampu dan mau menjalankan peran positif di tengah masyarakat.
Berita Terkait
