Ketua LDII Gresik Khusnul Hamidi Ajak Perkuat Silaturahim Ormas di Apel Sabuk Kamtibmas
Gresik (30/4) — Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Gresik turut mengikuti Apel Besar Sabuk Kamtibmas yang digelar di wilayah Kabupaten Gresik sebagai upaya memperkuat keamanan, menjaga persatuan, serta mencegah potensi konflik sosial dan tindakan anarkis. Kegiatan ini dihadiri aparat kepolisian, tokoh agama, serta pimpinan organisasi kemasyarakatan, dan menjadi ruang kolaborasi strategis dalam menjaga kondusivitas daerah.
Ketua DPD LDII Gresik, Khusnul Hamidi, menegaskan pentingnya memperkuat silaturahim antarorganisasi sebagai fondasi utama dalam menjaga kerukunan di tengah masyarakat yang majemuk. Menurutnya, komunikasi yang intensif antarormas dapat menjadi kunci dalam meredam potensi konflik sejak dini.
“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus meningkatkan silaturahim antarormas. Dengan begitu, ukhuwah Islamiyah, ukhuwah basyariyah, dan ukhuwah wathaniyah dapat terjaga, sehingga persatuan dan kesatuan bangsa semakin kuat,” ujarnya.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya sikap bijak dalam menyikapi arus informasi yang berkembang pesat di era digital. Klarifikasi terhadap informasi yang belum jelas dinilai sebagai langkah penting untuk mencegah kesalahpahaman yang dapat memicu keresahan di masyarakat.
“Jika ada informasi yang kurang jelas atau berpotensi menimbulkan kegaduhan, sebaiknya diklarifikasi terlebih dahulu. Jangan langsung disikapi secara emosional, agar tidak memicu konflik yang bisa merusak kerukunan,” tegasnya.
Apel Besar Sabuk Kamtibmas sendiri merupakan bagian dari program sinergi antara kepolisian dan masyarakat dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban secara swakarsa. Program ini melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari organisasi kemasyarakatan, tokoh pemuda, hingga komunitas, guna memperkuat deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan.
Secara filosofis, “Sabuk” dimaknai sebagai simbol pengikat, pelindung, dan penyatu seluruh elemen dalam menjaga keamanan bersama. Implementasinya tidak hanya dalam bentuk pengamanan statis, tetapi juga pendekatan humanis melalui penyelesaian konflik secara restorative justice, serta peningkatan kewaspadaan terhadap hoaks dan potensi bencana.
Kegiatan ini juga sejalan dengan semangat “Jogo Jawa Timur”, yakni upaya kolektif antara aparat keamanan dan masyarakat dalam menciptakan wilayah yang aman, damai, dan harmonis. Kehadiran berbagai tokoh agama dan pimpinan ormas dalam apel ini menunjukkan komitmen bersama untuk memperkuat sinergi lintas sektor.
Melalui partisipasi dalam Apel Sabuk Kamtibmas, LDII Gresik berharap nilai-nilai kebersamaan, komunikasi terbuka, serta sikap saling menghargai dapat terus ditingkatkan. Dengan demikian, stabilitas keamanan dan kerukunan masyarakat dapat terjaga secara berkelanjutan, tidak hanya di Gresik tetapi juga sebagai bagian dari kontribusi bagi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Berita Terkait
