NEGARA YANG ADIL DAN MAKMUR
“Tugas kita di dunia ini sebagai umat islam adalah menjaga agar supaya manusia di dunia ini bisa hidup dalam kemaslahatan yang mempunyai nilai yang luar biasa, hidup berdampingan secara damai tanpa membeda-bedakan suku, ras, bangsa, agama, dan golongan”. Kata H. Ubaidulloh Al Khasani mengawali ceramahnya di pengajian umum yang diadakan oleh Ponpes Baitul Makmur, Laban Wetan pada hari Minggu (17/7).
Beliau juga menegaskan jika para pemuka agama dan seluruh elemen bangsa memiliki pemikiran yang sama dengan yang beliau sampaikan maka beliau yakin jika dimanapun tempat umat tersebut hidup di Indonesia yang memiliki situasi dan kondisi yang beraneka ragam pasti hidupnya akan merasa nyaman,aman dan tentram.
Persoalan yang biasanya muncul dalam kehidupan sehari hari yang sering kita temui ialah masih banyak orang yang melihat dirinya sendiri tanpa memperdulikan kepentingan orang lain. Ini yang menjadi permasalahan besar bagi bangsa Indonesia.
Beliau mencontohkan jika seorang umat tersebut mengatakan bahwa dirinya tampan pada saat orang tersebut sendirian di depan cermin itu tidak mengapa. Tapi yang menjadi masalah adalah saat orang tersebut mengatakan dirinya tampan di depan orang banyak. Itu yang akan menimbulkan permasalahan di masyarakat.
Gambaran lain dari beliau jika seorang umat itu mengatakan dirinya kaya raya pada saat berada di dalam rumah, makan makanan yang bergizi serta tidur diatas ranjang yang empuk dan mahal terus umat tersebut mengatakan “aku iki wong sugih” itu tidak masalah. Hal tersebut akan menjadi masalah jika umat itu mengatakan perkataan seperti itu didepan khalayak ramai. Jika perkataan tersebut dikatakan di depan khalayak ramai maka akan menimbulkan konflik ditengah-tengah masyarakat.
