Khusnul Hamidi Terpilih Ketua DPD LDII Gresik 2026–2031, Estafet Kepemimpinan Resmi Bergulir
Gresik (19/4) — Musyawarah Daerah (Musda) X Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Gresik menetapkan H. Khusnul Hamidi sebagai Ketua DPD LDII Gresik periode 2026–2031. Ia terpilih secara aklamasi dalam forum yang digelar pada Selasa (14/4/2026), menandai bergulirnya estafet kepemimpinan di tubuh organisasi.
Penetapan tersebut merupakan hasil kesepakatan bulat seluruh peserta Musda yang terdiri dari jajaran pengurus pleno DPD, pimpinan cabang (PC), serta pimpinan anak cabang (PAC) se-Kabupaten Gresik. Proses aklamasi ini mencerminkan soliditas dan kepercayaan penuh terhadap kepemimpinan yang akan datang.
Dalam sambutannya, Khusnul Hamidi menyampaikan bahwa amanah yang diberikan bukanlah tanggung jawab ringan. Ia menegaskan komitmennya untuk melanjutkan program organisasi serta memperkuat peran LDII di tengah masyarakat.
“Amanah ini tidak ringan, namun dengan doa, dukungan, dan kerja sama seluruh jajaran, insyaallah dapat dijalankan dengan baik. Kami akan berupaya melanjutkan program yang telah berjalan serta meningkatkan kontribusi nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Musda X LDII Gresik sendiri menjadi forum strategis yang tidak hanya membahas pergantian kepemimpinan, tetapi juga arah kebijakan organisasi ke depan, khususnya dalam penguatan sumber daya manusia (SDM) yang unggul, profesional, dan religius.
Ketua DPW LDII Jawa Timur, KH. Moch. Amrodji Konawi, menilai bahwa terpilihnya Khusnul Hamidi merupakan bagian dari proses kaderisasi yang berjalan baik di tubuh organisasi. Ia menekankan pentingnya kepemimpinan yang mampu menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab.
“Regenerasi kepemimpinan harus melahirkan pemimpin yang mampu memberikan pelayanan, menghadirkan solusi, serta menjadi pelindung bagi masyarakat,” tegasnya.
Sebelumnya, prosesi penyerahan panji organisasi menjadi momen penting dalam rangkaian Musda. Ketua DPD LDII Gresik periode 2021–2026, KH. Abdul Muis Zuhry, menyerahkan panji sebagai simbol berakhirnya masa jabatan sekaligus penegasan transisi kepemimpinan kepada ketua terpilih.
“Penyerahan panji ini merupakan simbol tanggung jawab dan keberlanjutan organisasi yang harus dijaga bersama,” ujar Abdul Muis.
Dalam laporan pertanggungjawabannya, Abdul Muis juga menyampaikan bahwa selama masa kepemimpinannya, LDII Gresik telah menjalankan berbagai program melalui delapan klaster pengabdian, mulai dari kebangsaan hingga energi baru terbarukan, sebagai bentuk kontribusi nyata bagi masyarakat dan pembangunan daerah.
Dengan kepemimpinan baru, LDII Gresik diharapkan mampu melanjutkan program-program strategis yang telah berjalan, sekaligus menghadirkan inovasi yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Di bawah kepemimpinan Khusnul Hamidi, organisasi ini diharapkan semakin memperkuat perannya sebagai mitra masyarakat dan pemerintah dalam membangun kehidupan yang harmonis, religius, dan berdaya saing.
Berita Terkait
